atas nama rasa ini itu, kuuntai kata menjadi larik - larik yang bercerita tentang aku dan gadis mawar biru.
Tuesday, May 21, 2013
memori tentangmu itu.
lelaki itu berlalu setelah menyisipkan harap di genggaman tanganku.
suatu waktu, aku bersyukur pada Tuhan atas diberikannya kesempatan untukku mengenalmu.
meski hanya sebentar, sekelebat detik itu adalah limited edition yang tidak bisa dimiliki semua orang.
pernah ku merasa berharga, menjadi satu dari segelintir yang beruntung itu.
bisa bergenggaman tangan, berdekapan erat, bertatapan dalam, berdiam sembari tenggelam dalam cinta dan damba yang tak pernah dan tak akan pernah terucap.
ada kalanya yang kulakukan adalah yang sebaliknya.
aku mengutuk, mengumpat.
pada Tuhan, pada aku, pada kamu, pada senja di langit jingga, pada hujan di sore kelam, dan semua hal yang mengingatkanku padamu.
seharusnya momen indah ini tidak pernah tercipta.
karena pada akhirnya kamu memutuskan pergi juga, kan?
jika memori itu tidak menyata di masa silam,
aku tidak akan tau bahwa bahagiaku adalah saat bersamamu.
maka aku tidak perlu mengecap sakau menginginkan memori terulang kembali.
lagipula, dengan begitu, tidak akan ada yang harus diingat, dikenang, dan ... dirindukan.
bukankah lebih baik?
~ aku ingat semuanya, kamu tau?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment