tangis di pelupuk mata menawar meminta penghabisan.
katanya, sudah waktunya kenangan tertinggal di sisi puisi.
sementara malam tetap bungkam,
kita harus mulai bersenandung dalam hura.
bersama kunang-kunang, menari di punggung rembulan.
sayang..
saatnya kita mengenal bahagia..
No comments:
Post a Comment