jadi ... ini lebaran pertama saya tidak berkumpul bersama keluarga.
sedih :'(
sudah berusaha "menekan pikiran". menjadikan "belajar untuk ujian" sebagai pelarian, supaya tidak terlalu memikirkan orang-orang rumah yang nun jauh di sana. tapi ... gagal.
disuruh mama ke tempat mbah dan keluarga-keluarga di Wates sana, tapi saya memilih "inaction inersia". lebih baik tidak sama sekali daripada sedikit-sedikit. kalau saya pergi ke sana, suasana lebarannya malah terasa (dengan masak makanan enak, dengan bersilaturahmi, dll), nanti rindu mama, papa, rhaka, mbak cici, dan tuting-nya semakin bertambah.
nanti sedihnya berkalilipat :'(
tapi yang ada di pikiran memang sudah menjatuhkan melulu. kalau sedang di rumah, pasti malam ini membuat ketupat. kalau sedang di rumah, pasti bisa bermain bersama tuting, kakak, adik, dan sepupu-sepupu yang lain. kalau sedang di rumah, pasti besok pagi pergi bersama keluarga, berjalan kaki ke mesjid. kalau lagi di rumah pasti itu dan ini.
dan saya tidak sedang di rumah, tapi terpisah jauh dari keluarga.
saya ingin pulang. hiks :'(
- pelajaran psikologi sosialnya masih tertinggal sekelebat -_-
sabar y..
ReplyDeletebentar lagi libur akhir tahun kok..
waktu itu berlalu dengan sangat cepat..
berdasarkan pengalaman, jika rasa rindu tersebut semakin besar, ketika bertemu orang yang diinginkan maka rasa senang yang didapat akan lebih besar dan berarti..
just hope the best for social psychology
ReplyDeleteiya, semoga teori nya bener.
Deletebersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian, kan :)
psikologi sosial? menyebalkan. yang dipelajari malah pada gak masuk -_-
iy :)
ReplyDeletebapak ny abstrak -_-