Friday, October 18, 2013

salah kaprah salah siapa.



kamu tau bagaimana lembutnya awan-awan putih di langit biru sana? kamu tau bagaimana rasanya terbang bersisian dengan merpati, membiarkan tubuh ini terbawa kemanapun angin mau membawa? aku tau.

sebuah kecupan manis di pipi yang memperkenalkanku pada semuanya.

kukira, ini sebuah pertanda bahwa rasa yang tersimpan tidak bertepuk sebelah tangan. pikirku, ciuman ringan adalah bentuk nonverbal dari "aku cinta kamu". maka  aku melambungkan harap di penjuru angkasa. tentang kebersamaan yang mungkin kan menjelma, dan rindu yang kan selalu menyetia.

tapi aku salah kaprah. kecupan itu... diberikan bukan cuma padaku. maka bagian lain dari cerita terbentang di hadapan muka. bahwa sejatinya, ini bukan apa-apa. ah, aku baru tau bahwa kecupan sudah tidak lagi seistimewa itu. maknanya dewasa ini  membias dan penuh ambiguitas. bukan lagi romansa yang mengartikan cinta, jika bibir meninggalkan bekas dimana-mana.

aku ketinggalan zaman.

lalu salahkukah tidak bertanya dahulu apa arti sebuah kecupan? atau salahnya juga menyembunyikan kata di bawah meja?

aku tidak tau.

sayangnya aku terlanjur mengumpan mimpiku ke dasar lautan. aku terlanjur terlalu takjub dengan keluarbiasaan yang ternyata sudah menjadi hal biasa. rasanya mustahil mengambil dan menelan semuanya kembali. berhadapan dengan kecewa kah satu-satunya pilihan?

hati, semoga kamu baik-baik saja.

No comments:

Post a Comment