atas nama rasa ini itu, kuuntai kata menjadi larik - larik yang bercerita tentang aku dan gadis mawar biru.
Saturday, September 28, 2013
Wacana.
Kamu berjanji membantuku memperbaikinya,
merekatkan lagi hati yang sudah diremukkan dunia.
Kamu bilang akan selalu ada dan setia menjaga agar kepingan tak lebur hancur jadi serbuk debu.
Wacana, kamu malah menjadikan semua lebih parah dari sebelumnya.
Pahit tak terkira.
Seharusnya kamu tidak menjanjikan apaapa.
Atau kalau perlu, tidak usah datang sama sekali.
Aku sudah cukup kacau dan tidak membutuhkan lagi tambahan pengacau.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

^^b
ReplyDeletekeep writing, cerita luka atau senandung bahagia. semuanya mengalir dek, cool :)
makasih kak reni. makasih sudah setia membaca tanpa men-judge sedikitpun :)
Delete