ada aroma getir yang terhirup ketika kamu lewat di hadapanku.
bukan semerbak luka, tapi lebih seperti nestapa.
memori itu datang, lagi dan lagi.
sebuah kepingan masa lalu, membawaku kembali pada kala itu.
kamu ajak aku pergi,
kemudian kamu tinggal aku sendiri di tempat yang tak ku mengerti dimana ini.
ada pahit yang tercecap saat menatap kamu dan semua tentangmu.
jauh, dekat, tak terpaut jarak, kenangan yang lekat tak pernah bias.
sebuah cerita yang memapar kisah balon yang menggelembung lalu pecah.
dan impi yang membumbung lalu terbelah.
No comments:
Post a Comment