atas nama rasa ini itu, kuuntai kata menjadi larik - larik yang bercerita tentang aku dan gadis mawar biru.
Thursday, September 26, 2013
hujan pada suatu senja.
Kerontang, angin membawa musim panas satu rantang.
Tanah kering, si kecil mengais mencari air.
Bongkahan dahaga menyumpal kerongkongan,
Parau teriakannya tak berhasil lewat meminta pertolongan.
Matanya memandang nelangsa,
mencari secercah harapan di teriknya angkasa.
Satu dua hari, sampai kemudian dehidrasi bangkitkan halusinasi.
Hujan yang tenang turun di hutan kita pada suatu senja.
Hijau lagi dedaunan, basah lagi batu kali.
Kita berdansa di tengah rintiknya.
Berputar, menari, bergoyang,
lalu jatuh lagi dalam kehausan.
~ inspired by Pak Siswa.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment