sama seperti air mata yang tak selalu berarti luka,
begitu pula tawa yang terkadang tak bermakna bahagia.
semua yang tampak tak pernah cukup hanya dengan satu arti.
jadi jangan sok tau, hey!
manusia punya koleksi topeng berkodi-kodi.
belum lagi retorika yang membuat rasa terwujud dalam bentuk jauh dari asli.
kamu tidak tau apa-apa, sejatinya.
ini itu tapi palsu apa gunanya?
hah, dasar amatir!
seperti pak putu juga pernah bilang, kita semua berkepribadin ganda.
ReplyDeleteiya, kak. dan manusia bermuka tidak hanya dua. tapi banyak.
Delete