aku mulai meragukan kebisaannya, ra.
tentang menulis puisi tanpa namamu terselip diantara katakatanya.
mungkinkah?
alangkah sulit melakukannya ketika kamu adalah sumber setiap rasa yang ada.
tapi tak apa kan sejatinya?
supaya semua tau, kamu seberharga itu.
supaya semua tau, bahwa kamu mengajariku sesuatu.
tentang cinta, rindu, tersipu malu, tak berdaya, jengah bahkan benci sekalipun.
ya kan?
kamu membuatku mengerti segala mengenainya, ra.

No comments:
Post a Comment