Sunday, November 3, 2013

hujan di bulan baru.



malam sudah melahirkan purnama kesekian sejak terakhir hujan turun.
di luar jendela, pun dibawah mata.
senja ini tak terencana, rinai menikam kerontang di bulan baru.

cahaya dan suara pengiringnya,
gemuruh guntur yang memekakkan telinga.
darimana?
langit pula, atau dalam dada saja?
oh, mungkin keduanya.

tanah mengadu basah.
ranting berteriak pening.
badai nostalgia ini terlalu bertubi,
sampai tak ada lagi yang bisa menanggulangi.

No comments:

Post a Comment