Wednesday, November 13, 2013

berhentilah menyangkal.



bukan suatu hal yang sederhana, introspeksi dan refleksi diri itu.

pada prosesnya, kita akan menemukan banyak hal-hal penting, baik maupun buruk, yang mungkin sebelumnya belum pernah kita sadari. well, kalau apa yang kita temukan itu baik, kita bisa semakin percaya diri, merasa bersyukur, dan lain sebagainya. kalau buruk? penyangkalan adalah yang pertama kali datang setelah kita menyadari fakta-fakta baru tersebut.

penyangkalan itu menyakitkan. seolah kita menyimpan pisau tak bersarung di saku celana. siap menusuk kapanpun, bahkan saat kita bergerak sedikit saja.

"ah, aku tidak sepesimis itu."
"aku bukan pengkhianat kok."
"mana mungkin aku jadi gadis penggoda."

namanya bunuh diri kalau kita mencoba membunuh apa yang kita tau tidak akan mungkin bisa dibunuh. namanya menyakiti diri sendiri kalau terus menerus membohongi hati.




kita mengarahkan diri untuk berpikir bahwa kita sudah menjadi bagaimana kita seharusnya menjadi. kita menolak mempercayai adanya hal-hal jelek dalam diri kita. padahal sejatinya, otak bukan pembohong ulung, dan suara hati bukan target yang bisa dibohongi. deep down, kita selalu tau bahwa penemuan kita ada benarnya, dan memang itu kenyataannya. namun seringkali, kita memilih melupakannya, atau bahkan mengubahnya mejadi hal yang sama sekali berbeda.

sebenarnya penyangkalan itu tidak banyak berguna dan hanya membuat kita buta. maka.. mungkin yang perlu kita lakukan hanya menerima semuanya. berhenti menyangkal dan mulai mengiyakan bahwa memang beginilah kita. at least, itu membuat kita lebih menghargai diri sendiri.


we dont have to like it. we just need to accept it.

No comments:

Post a Comment