kabut menelusup masuk di celah rumah bambu,
mengembunkan cinta yang telah lama mengudara.
kukumpulkan bulirbulir nya lalu kumasukkan dalam stoples kaca.
bersama dengan milikmu, nanti akan kuramu madu.
memang entah kapan hadirnya cintamu itu,
tapi tak masalah bagiku.
aku siap berjudi dengan waktu.
No comments:
Post a Comment