halo, kamu.
sudah sebulan berlalu semenjak terakhir kita berkomunikasi, ya. ah. baru sebulan.
oh ya, sudah kuterima surat darimu. banyak yang ingin kuucap sebagai balasan. sayang sekali kamu sudah tinggal ditempat tak beralamat sekarang, sehingga kita tak bisa saling berkirim surat.
aku ingin membicarakan banyak hal denganmu. tentang cita, cinta, luka, suka, duka, dan semua yang merangkum hidup. namun aku terfokus pada keterpurukan, kali ini. belum juga kutemui alasan untuk bangkit dan bersinar lagi, sejak terakhir aku terjatuh dan terinjak. apa sejak awal hidup memang sudah sesulit ini? bisa jadi. mungkin saja dulu aku tidak merasakannya karena kehadiranmu membuat segalanya lebih mudah.
ah, hidup. seperti komidi putar, ya. kadang di atas, kadang di bawah. terus berotasi. mungkin kali ini mesinnya sedang rusak dan aku tertahan di bawah. sebaiknya aku bertahan saja, kan? sabar menunggu seorang mekanik datang menyembuhkan bianglala ku. itu lebih baik daripada terburuburu ingin segera berada di atas, kemudian memutuskan memanjat dan mengambil resiko jatuh lalu terhempas ke bumi. aku masih punya banyak persediaan tong kesabaran kok untuk menunggu sedikit lebih lama. lagipula dengan begitu aku jadi punya waktu untuk bercengkerama dengan duka. tak begitu buruk kan berada di bawah?
hidup, ibarat hukum fisika pula. gerak jatuh bebas. gerak vertikal ke atas. benda yang berada di atas bisa jatuh ke bawah, meski tak punya daya. kecepatan gravitasi berada di sisinya, membantunya turun. sedang untuk melambung ke atas, benda butuh energi awal yang melempar. ini akan menjadi hal yang lebih sulit, karena gravitasi tak lagi di pihakmu. ia memusuhimu. entahlah teori yang kusebut benar atau tidak. fisika bukan bidangku. namun begitulah garis besar hidup. naik tak pernah lebih mudah daripada ketika kamu turun, kan.
kamu ingat tokoh Ava di serial Grey's Anatomy season 3? wajah Ava babak belur. ia membutuhkan operasi plastik, agar wajahnya tak lagi terlihat seperti monster. akan tetapi ia lupa bagaimana rupanya sebelum ini sehingga ia harus memilih secara acak wajahwajah baru, perbaikan yang diberikan dokter. tak hanya itu, ia juga lupa semua tentang kehidupan lamanya. malang untuk gadis itu adalah bahwa tidak ada satu orangpun merasa kehilangan gadis paruh baya. maka tidak ada yang bisa membantu memberi petunjuk untuk kembali ke kehidupan lama atau sekedar bernostalgia.
its cool, right? ya. cool untuk orang yang langit dunianya telah runtuh. kamu bisa memulai hidupmu dari awal. seakan diberi kesempatan untuk mengulang dari nol lagi. berada di lingkungan baru yang tidak mengenalimu dan yang tidak kamu kenali. membuat identitas baru. aku ingin melakukannya. menukar wajah, lalu pindah jauh ke belahan lain bumi.
sayangnya, aku bukan Ava. Ava diberi ekstra selembar kertas putih polos, setelah yang lama dilenyapkan. sedangkan aku? kertasku hanya satu dan sudah penuh oleh corat coret ruwet tak teratur.
hidup.. hidup.. rasanya sulit sekali menjalani hari ke hari, lalu bulan ke bulan, lalu entah sampai kapan. kadang aku berlari untuk menjelma patung. patung tak berhati yang tak peduli realita. setidaknya dengan menjauh dari nyata, aku merasa lebih baik, sementara.
tenang saja. tak selamanya aku jadi patung. aku selalu kembali. tidak mungkin aku akan terus berlari berlari dan berlari. karena kalau aku terus berlari, lalu akhirnya apa? mati? ah siasia sekali. kalau begitu, aku memilih untuk percaya saja pada kata seseorang,
"hidup kadang melempar, kadang menampar. tapi hidup terlalu megah untuk diakhiri oleh diri sendiri."
aduh! kenapa aku jadi berceloteh panjang lebar tentang hidup. maaf, aku tidak berusaha mengguruimu. aku hanya berusaha menasehati diriku sendiri, bahwa hidup itu berharga, bahwa hidup memang tak melulu tentang suka, tapi kadang kita berteman dengan luka.
biasanya kamu yang mengingatkanku bahwa semua baikbaik saja. tapi sekarang kamu sudah tidak ada, dan aku harus melakukannya untuk diriku sendiri.
kamu baikbaik saja disana, dan aku juga akan baikbaik saja di sini.

lagilagi cool!! share ya. ^_^
ReplyDelete