Friday, August 31, 2012

laki-laki di abu-abu.



aku terus mendamba bertemu kamu.
aku ditelan rindu padamu yang begitu mematikan.
mengkontaminasi setiap tetes darah yang mengalir di tubuhku.

lalu mimpiku bermetafosa jadi nyata.
seperti fatamorgana, ketika kulihat kau berdiri di sisi jalan.
"hey," katamu ketika menyadari aku.
kamu menyunggingkan senyum yang entah kenapa selalu berhasil buatku lupa akan segala hal.
"halo," sapamu lagi.

aku melirikmu sekilas.
matamu itu......
ah! aku bahkan tidak bisa berkata-kata.
aku tidak berhenti, terus berjalan dan berjalan, lama-lama meninggalkanmu.
rasanya aku ingin berhenti saja,
biar berlama-lama aku dalam radius jarak yang sama denganmu.
tapi akan jadi aneh kan, bila aku tetap di sisimu, diam, dan curi-curi memandangmu.
apa katamu, nanti?
apa kata teman yang ada disampingmu itu?
apalagi, kamu tau rasa apa yang ada di hatiku, untukmu.
sebenarnya bukan aneh.
tapi malu. aku malu.
aku tidak sepercaya diri itu untuk agresif mendekatimu lebih dulu.

aku menguatkan diri dan hati untuk menoleh kebelakang sekali lagi.
mungkin aku tidak akan bertemu kamu untuk jangka waktu yang entah kapan berakhirnya.
aku menatapmu, dan mata kita beradu.
kamu masih saja memakukan satu dari lima indramu itu padaku.
aku memalingkan wajah dan meremas telapak tangan sedingin es ini.
tolong, aku lumer.
aku seperti es yang mencair ketika dipanaskan.
aku seperti makhluk yang tulangnya tiba-tiba hilang dibawa satu kilatan cahaya singkat.

aku tetap memperlebar jarak antara aku dan kamu.
sosokmu semakin jauh dari aku.
lalu, lagi, aku menoleh, aku ingin terus menatap wajahmu itu.
dan nyatanya, kamu menghilang, sudah berada entah dimana.

gugupku perlahan mereda.
jantung dan seluruh organku mu;ai berfungsi normal lagi.
namun, ratu panik dalam diriku tiba-tiba menampakkan diri.
apa aku tampak jelek?
apa aku sudah memberikan senyum termanisku untuknya?
apa saja yang aku lakukan di hadapannya, tadi?
ribuan pertanyaan lain menyerbu, tapi satu yang begitu mengganggu.
kenapa aku hanya membeku dengan lidah kelu seperti patung bloon, ketika gayung rinduku akhirnya tersambut?

1 comment: