Friday, April 4, 2014

reformasinya aku.



akhirnya aku sampai pada titik baru, ra,
ketika aku mengingatmu, dan rasanya tak lagi semenyakitkan itu.
aku baru mengerti apa arti kerelaan yang sebenarnya.
aku baru percaya bahwa melepaskan itu lebih melegakan dari yang kukira.

tak ada getir yang terasa ketika harus bersinggungan dengan memori tentangmu adalah hal yang luar biasa menenangkan, ra.
ya, masih selalu rindu, dan terkadang menginginkan mengulang yang ada di lalu.
tapi hanya itu.
tidak ada lagi penyesalan. tidak ada lagi sikap menyalahkan.
hanya senyuman ra, lengkap dengan terimakasih Tuhan yang tak terbilang.

No comments:

Post a Comment