Tuesday, August 20, 2013

bukan punya saya.

hati ini bukan punya saya.
Tuhan lah tuannya.
maka saya mengerti jika saya tak pernah didengarnya.
seperti ini.
saya bilang cintai, ia tak mau mengabadi.
saya bilang berhenti, ia terus berjalan di koridor mimpi memiliki.
selalu berkebalikan.
apa memang saya hanya bisa berlapang dada dan menerima apa adaya sembari berhenti mengeja rasa?
tidak tahu.

tapi saya dengar kabar burung yang bertentangan.
katanya tidak ada yang tidak mungkin terjadi di dunia ini.
semua adalah mungkin.
hanya saja, terkadang segala sesuatu bisa menjadi tidak semudah biasanya sehingga butuh usaha lebih untuk meraihnya.
jadi apa hati sebenarnya mau saja menuruti saya, meskipun bukan saya pemiliknya?
mungkin.
bisa jadi saya yang selalu mundur dan menyerah terlalu cepat.

No comments:

Post a Comment