Friday, October 10, 2014

Tuhan tidak jahat.



"Terimakasih Tuhan atas pelajaran jatuh cinta sendirian."

"Kenapa?"

"Apanya?"

"Kenapa tetap berterimakasih pada Tuhan, bahkan ketika dibuatNya kamu jatuh cinta tidak berpasangan?"

"Karena aku percaya bahwa ada sesuatu di balik itu. Sebuah pelajaran. Sebuah sudut pandang baru mengenai konsep mencintai dan dicintai. Tuhan tidak sekejam yang kita kira kok. Mungkin memang terkadang jatuh cinta sendirian itu rasanya menyakitkan. Tapi kalau peka, banyak hal-hal bermakna yang bisa kita peroleh dari situ. Tidak selalu negatif. Kalau pintar mengambil esensi dari apa yang kita alami, kita bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Lebih mengerti. Lebih bijak. Lebih tulus. Lebih... rela. 

Tidak apa jika sekarang kita terluka. Toh ini tidak akan berlangsung selamanya. Tuhan tidak akan membiarkan kita jatuh cinta pada orang yang tidak mungkin mencintai kita kembali. Bisa jadi kita hanya salah menamai rasa. Pada suatu masa, kita akhirnya menyadari bahwa apa yang ada hanya suka belaka. Kagum yang lama-lama hilang dengan sendirinya. Bisa jadi ini memang cinta. Tapi tenang saja...  Ini 
hanya masalah waktu. Mungkin kita hanya perlu menunggu sedikit lebih lama sampai ia menyadari bahwa kita ini berharga pula. Sabarlah.."

No comments:

Post a Comment