Kau tau, aku menghabiskan cukup banyak waktu untuk menimbang tentang mengungkapkan perasaan. Bukan ragu atau malu, hanya belum siap dengan konsekuensinya.
Aku tau persis bahwa dirimu adalah sosok yang sangat kritis. Kau adalah seorang rasionalis. Kau pasti akan bertanya ini itu. Aku harus menjawab apa ketika kau bertanya mengapa? Aku harus berkata apa ketika kau mengucap bagaimana? Sejak kapan, sejak pertama kita berjumpa di senja tak bernama. Tapi selebihnya, mengapa dan bagaimana, aku tidak tau semestinya membalas apa.
Aku tau pasti bahwa kau akan dengan gencar mengejarku. Sampai aku menjawab, atau mungkin sampai kemudian kamu memutuskan bahwa tidak sepatutnya aku dipercaya. Ah, sebuah bayangan yang membuat tidak nyaman. Aku memilih diam dan menelan seluruh perasaan habis-habisan.
Kau tau, kau membuatku tertegun cukup lama ketika siang itu kau bilang...
"Aku sayang kamu. Aku tidak tau kenapa dan bagaimana prosesnya, aku hanya tiba-tiba tersadar bahwa aku tidak bisa menjalani hari tanpamu. Secara konstan aku harus melihat wajahmu. Secara tetap aku mencari kenyamanan dalam pelukmu. Dan secara berkala, aku perlu memastikan bahwa kamu baik-baik saja. Terus dan terus. Lagi dan lagi. Aku hanya jatuh tanpa tau sebabnya apa."
Kau terdengar gusar. Mungkin karena kau tidak menemukan alasan logis kenapa jadinya seperti ini. Mungkin karena kau pun merasa kebingungan dicecar oleh pikiranmu sendiri.
Aku beruntung. Karenanya, semua ketakutanku tibatiba saja sirna. Kau seolah membuka jalan dan membuatku sedikit berdamai dengan pertimbangan-pertimbangan. Kau membuatku tenang dan yakin bahwa kali ini tak perlu takut mengucap cinta. Kau tak akan menjadi dirimu yang biasanya, yang kritis dan rasionalis. Kau tak akan menanyaiku macam-macam, sebab dalam konteks ini tidak sedikitpun tersedia jawaban dan penjelasan. Kau sedang belajar bahwa tidak semua hal yang terjadi memiliki relasi sebab-akibat. Tidak semua hal perlu ditanyakan kapan, apa, dimana, bagaimana dan mengapa.
Aku beruntung. Karenanya, semua ketakutanku tibatiba saja sirna. Kau seolah membuka jalan dan membuatku sedikit berdamai dengan pertimbangan-pertimbangan. Kau membuatku tenang dan yakin bahwa kali ini tak perlu takut mengucap cinta. Kau tak akan menjadi dirimu yang biasanya, yang kritis dan rasionalis. Kau tak akan menanyaiku macam-macam, sebab dalam konteks ini tidak sedikitpun tersedia jawaban dan penjelasan. Kau sedang belajar bahwa tidak semua hal yang terjadi memiliki relasi sebab-akibat. Tidak semua hal perlu ditanyakan kapan, apa, dimana, bagaimana dan mengapa.
"Aku sayang kamu," balasku.
Sssttt, jangan bertanya apa-apa. Nikmati saja apa yang ada. Rasakan dalam-dalam.

No comments:
Post a Comment