Thursday, September 18, 2014

kamu yang tau.



Mungkin suatu saat kamu akan menyadari, ada rasa yang tetap tegar, bernafas lamat-lamat di balik tumpukan arloji mati, menanti. Sudah sejauh ini ia berdiri, bertahan di udara yang semakin menipis dan harapan yang semakin habis.

Sementara sesak menjadi-jadi, kamu masih sibuk dengan koran pagi dan televisi. Bermain basa-basi.

Barangkali akan ada masanya kamu berhenti, berdiam untuk memekakan hati yang selama ini kamu biarkan buta tuli. Tapi kapan, hanya kamu yang tau itu, hanya kamu yang sepatutunya memberitahu aku.


- Juli 2013

No comments:

Post a Comment