Thursday, May 15, 2014

sepotong kue.



Kalau kamu disodori sepotong kue dan itu adalah kue paling enak dan hanya satu-satunya di dunia, kamu akan memakannya tidak? Kue ini begitu lezat, sampai-sampai kamu tidak ingin berhenti dan maunya ia terduplikasi berkali-kali. But sadly... its the one and only. So how? Keputusan apa yang akan kamu ambil? Menolaknya agar kamu tidak perlu merasakan sakit ketika keinginanmu (untuk menikmati surga yang sama)  tidak tercapai, atau masa bodoh dengan antisipasi? 

Ya. Aku akan memakannya. Candu atau tidak urusan belakangan. Kalaupun candu, aku pasti bisa melawan sakaunya. Aku pasti bisa tetap hidup dengan memanggul ketagihan kemana-mana. Yang baik itu memang cuma sedikit. Apalagi yang terbaik. Cuma ada satu.

Sama hal nya dengan kebahagiaan.

Dulu, aku selalu mengira Tuhan itu pelit karena memberi bahagia cuma sekelumit. Sekarang aku sadar, kalau bahagia diberi banyak-banyak, bahagia tidak lagi menjadi spesial. Bahagia hanya akan jadi hal biasa. Kita hanya harus mulai mensyukuri hal-hal kecil.

No comments:

Post a Comment