atas nama rasa ini itu, kuuntai kata menjadi larik - larik yang bercerita tentang aku dan gadis mawar biru.
Wednesday, December 4, 2013
someone is ringing the bell.
"sadarilah bahwa kamu sedang hidup di masa kini, dan saat ini kamu sedang berjalan menuju masa depan. kamu sudah tidak lagi hidup di masa lalu, maka jangan terlalu terpaku pada apa yang ada di belakang. kalau kamu sibuk menoleh, kamu tidak akan mungkin bisa berhati-hati berjalan. kamu rentan menabrak, bahkan terperosok jatuh.
mulailah untuk belajar memaafkan diri sendiri. lupakan sikap menyalahkan yang selama ini kamu pendam. kamu temui gadis kecil yang tinggal di dalam dirimu, dan beritahu dia, bahwa mungkin hal-hal yang pernah terjadi dulu kala bukanlah salahnya. mungkin semua itu hanyalah bagian dari realita hidup yang memang harus dijalani.
kamu bisa melihat pengalaman dari sudut pandang yang berbeda, perspektif lain yang mungkin bisa membuatmu merasa lebih baik. misalnya ... kamu tidak akan mungkin menjadi sosok setegar ini, kalau tidak melalui apa yang sudah kamu lalui. kamu bisa bersyukur untuk itu, kan?
teruslah mengingat, bahwa walaupun sudah ada banyak sekali hal buruk yang menimpamu (yang saya tidak tau apa itu), setidaknya kamu masih punya kendali atas masa yang akan datang. so ... forgive yourself, forget things, and try to move on."
- sekian menit yang akan saya ingat.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment